Merayakan hari raya idul fitri bersama keluarga di Turki

Merayakan hari raya idul fitri di Turki bersama keluarga

Goinfokita.com – Siapa sih di antara kita yang tidak sabar merayakan hari raya idul fitri? Membayangkan ketupat, opor ayam, semur daging, rendang dan kue – kue lebaran lainnya yang lezat. Di tambah lagi THR nya 😀

Mungkin itulah hal – hal yang kita nantikan saat lebaran tiba di Indonesia. Tapi bagaimana dengan negara Turki?

Idul fitri di Turki dikenal dengan sebutan Bayram. Saat lebaran tiba, saya merasakan tradisi yang agak berbeda dengan tradisi Indonesia. Jika di Indonesia semua umat muslim baik pria maupun wanita akan keluar rumah untuk melaksanakan sholat eid.

Di Turki, hanya pria saja yang melaksanakan sholat eid di masjid. Para wanita tidak dianjurkan untuk mengikuti sholat eid di masjid. Jadi, ketika lebaran pun saya tidak mengikuti sholat eid.

Turki juga memiliki tradisi silaturahim dengan keluarga. Mereka akan datang berkunjung ke rumah sanak saudara. Lalu mereka akan mencium tangan orang – orang yang lebih tua dan di lanjutkan dengan cipika cipiki.

Biasanya pemilik rumah selalu menyajikan teh (çay) untuk menjamu para tamu, baik di hari biasa maupun di hari raya idul fitri. Teko yang digunakan untuk menyajikan pun memiliki ciri khas nya sendiri.  

Bentuknya teko bertumpuk. yang bawah di gunakan untuk air. Sedangkan yang di atasnya di gunakan untuk teh kentalnya.

Merayakan hari raya idul fitri bersama keluarga di Turki 1

Sebagai penghormatan kepada tamu, sang pemilik rumah selalu terus -terusan menuangkan teh (çay) ke setiap gelas yang kosong. Penyajian teh (cay) akan terus berlanjut sampai air teh di dalam teko habis atau tamu menolak untuk nambah. 

Selain itu, saya melihat anak – anak kecil datang berkeliling untuk bertamu serta mengucapkan selamat lebaran kepada orang – orang yang lebih tua. Kemudian, para orang – orang yang di datangi rumahnya akan memberikan cologne di tangan anak – anak tersebut dan setelah itu mereka akan di beri permen, coklat, dan juga makanan makanan manis lainnya.

Tradisi memberi cologne pada tangan para tamu dan memberi makanan manis setelahnya bukan hanya di lakukan pada hari raya idul fitri saja. Tradisi tersebut juga di lakukan di hari biasa untuk menjamu para tamu yang datang ke rumah.

 

BACA JUGA : Pengalaman tinggal di daerah pedesaan provinsi Konya di Turki

BACA JUGA : Makan doner kebab di Istanbul untuk pertama kalinya

 

3 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!